Pesona Destinasi Wisata Peninggalan Sejarah Kota Ngawi, Benteng Van Den Bosch

by -167 views
Benteng Van Den Bosch

Pesona Destinasi Wisata Peninggalan Sejarah Kota Ngawi, Benteng Van Den Bosch – Ngawi, salah satu kota di area Karisidenan Madiun. Kota Ngawi merupakan kota yang ‘sepi’ dan sering di jadikan sebagai kota transit para wisatawan yang ingin menuju Solo maupun Surabaya. Sekedar melepas rasa capek dan lelah atau untuk menikmati tempe kripik yang menjadi makanan khas kota Ngawi dan sudah terkenal sejak dulu. Di balik kota Ngawi yang tenang, terdapat situs peninggalan sejarah yang cukup membawa peran penting di kota Ngawi ini, Benteng Van Den Bosch

Lokasi Benteng Van Den Bosch

Benteng Van Den Bosch
Benteng Van Den Bosch terletak di Kelurahan Palem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, sekitar 1 km arah timur laut dari Kantor Pemerintahan Kabupaten Ngawi. Benteng Van Den Bosch juga disebut Benteng Pendem, karena letaknya yang lebih rendah dari permukan tanah yang ada di sekitar area. Posisi yang lebih rendah ini sengaja dibuat sebagai perlindungan warga Belanda dari serangan dan pengaruh kerajaan Mataram di Jogja. Bentang Van Den Bosch memiliki luas bangunan sekirat 165 meter x 80 meter dengan luas tanah mencapai 15 Ha. Di sisi belakang Bangunan ini terdapat pertemuan dua sungai, Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun.

Sejarah Benteng Van Den Bosch

Benteng Van Den Bosch
Pada tahun 1825, Ngawi berhasil direbut dan dikuasai oleh pemerintah Belanda. Untuk Mempertahankan kedudukan dan fungsi strategis, serta menguasai jalur perdagangan, pada tahun 1839 Pemerintah Hindia Belanda yang pada saat itu di bawah kepemimpinan Gubernur Jendral Johannes Van Den Bosch membangun sebuah benteng yang selesai pada tahun 1845 dan diberi nama Benteng Van Den Bosch. Dulunya benteng ini dihuni oleh tentara Belanda 250 orang dengan persenjataan bedil, memiliki 6 meriam api dan 60 orang kavaleri yang dipimpin oleh Johannes Van Den Bosch.
Di dalam benteng ini juga terdapat makam K.H. Muhammad Nursalim, merukapan salah satu pengikut Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh pasukan Belanda. K.H. Muhammad Nursalim merupakan orang pertama yang menyebarkan agama Islam di Ngawi. Beliau juga memiliki kesaktian yang tinggi, sehingga beliau tidak bisa mati juga saat ditembak. Oleh karena ini beliau dikubur hidup-hidup di dalam benteng ini.
Walaupun Benteng Van Den Bosch ini mencapai usia lebih dari seratus lima puluh tahun, bangun ini masih berdiri kokoh di tempatnya. Hanya saja sudah tidak semegah dulu, karena sudah ada beberapa bagian bangunan yang hancur karena bom tentara Jepang. Dinding-dinding bangun ini juga sebagian sudah terkelupas karena termakan usia dan memang bangunan ini tidak direnovasi, mungkin agar tetap menjadi banguan asli. Di bagian lantai dua bangunan sudah keropos dan lantai yang sangat rapuh, sehingga sangat bahaya jika pengunjung tetap menaiki lantai tersebut.

Di benteng ini juga menjadi tempat favorit hunting untuk para pencinta fotografi. Selain itu Benteng Van Den Bosch juga sering dijadikan tempat foto prewedding, karena memiliki spot dan engle yang bagus untuk pemotretan, yang menjadi favorit adalah bagian pojok belakang kiri banguan. Di sana terdapat akar yang besar dan bagus. Selain itu di sisi pojok kanan depan, juga terdapat akar kecil yang bergelantungan, sangat bagus untuk mengabadian moment yang penting.

Baca juga : Tempat Wisata Indonesia Lainnya

Warga Jawa Timur, khususnya Kota Ngawi harus bangga karena memiliki salah satu peninggalan zaman sejarah. Apalagi peninggalan sejarah ini adalah benteng tempat tinggal warga Belanda di masa itu dan masih kokoh hingga saat ini. Bisa dibilang Benteng Van Den Bosch adalah Coloseum-nya Kota Ngawi. Masyarakat, khususnya warga sekitar harus menjaga dan merawat Benteng Van Den Bosch ini, benteng peningalan sejarah, jangan sampai benteng ini hancur dan hanya menjadi cerita belakang. Bukan hanya peninggalan sejarah yang harus dijaga dan dirawat, tetapi juga alam dan segala macam yang ada di dalamnya, sehingga kelak anak cucu kita bisa menikmati apa yang kita nikmati saat ini.